Membangun Kamtibmas yang aman, Polres Gunungkidul mengajak masyarakat meningkatkan nilai kebudayaan

 


Gunungkidul - Berbagai budaya dan kreativitas masyarakat lokal ternyata sangat ampuh dalam upaya pencegahan teroris dan radikalisme. Beragam kebudayaan dan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Gunungkidul, Polres Gunungkidul mengambil langkah-langkah pendekatan dengan mengedepankan kearifan lokal, siskamling, sambang Kamtibmas, bakti sosial, gotong royong maupun mendukung kesenian tradisional, sehingga dengan kesenian tradisional yang ada tersebut masyakarat bisa bersatu untuk mengangumi dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki.

 

Polres Gunungkidul yang saat ini dipimpin oleh AKBP Ary Murtini, S.I.K, M.Si. dalam rangka upaya pencegahan terhadap paham radikalisme dan intoleransi, melakukan pendekatan budaya, sambang Kamtibmas dengan melakukan dialog kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dengan pendampingan dari Bhabinkamtibmas maupun pelaksanaan patroli untuk menyampaikan himbauan serta memberikan semangat kebersamaan dalam menjaga kondusifitas wilayah serta keutuhan NKRI.

 

Radikalisme yang diharapkan dapat meredam dengan memaksimalkan kearifan lokal saat ini ternyata disukai generasi muda, hal ini terbukti banyaknya kesenian tradisional yang diminati oleh masyarakat serta seniman muda yang tumbuh di Gunungkidul. Kesenian yang dimaksud lahirnya dalang muda, dalang cilik, da’i cilik, kelompok kesenian seperti Jathilan, reog maupun juga pecinta musik campur sari. Hal Ini membuat kearifan lokal sangat efektif dilakukan dilakukan dalam pencegahan paham radikalisme maupun terorisme, seperti halnya survey yang dilakukan oleh BNPT.

 

Polres Gunungkidul dalam beberapa kesempatan juga mengapresiasi pagelaran seni seperti mementaskan wayang kulit, menerima pentas reog dalam tradisi rasulan, dan juga yang baru saja digelar pentas seni reog Manggolo Mataram pada upacara hari Bhayangkara 1 Juli 2024 di lapangan TBG, Siyono, Gunungkidul. Seni merupakan kontingen perwakilan dari Kabupaten Gunungkidul untuk mengikuti festival kesenian reog nasional di Ponorogo, Jatim.

 

Mari kita dukung dan lestarikan kesenian budaya tradisional sebagai wujud mencintai NKRI dengan semboyan Bhinneka tunggal Ika yang memiliki, meskipun beragam adat dan budaya, suku dan agama, namun kita bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar